Laporan Akhir
Hukum Ohm
Hukum Kirchoff
Kirchoff 1
Kirchoff 2
Voltage & Current Divider
Voltage Divider
Current Divider
1. Hukum
Ohm
Prinsip
Kerja :Pada rangkaian terdapat sumber tegangan sebesar 5 V dan resistor sebesar
1K ohm maka dari hal tersebut didapatkan kuat arus sebesar 5mA .Sesuai dengan
hukum besar nilai tegangan sebanding dengan nilai resistor dan berbanding
terbalik dengan nilai arus dengan persama V=I*R
2. Hukum Kirchoff
Prinsip
kerja :
Hukum
I Kirchoff:
"Jumlah
aljabar arus listrik yang masuk ke suatu titik simpul (node) dalam rangkaian
listrik tertutup sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik simpul
tersebut.".
Hukum
II Kirchoff:
"Jumlah aljabar dari gaya gerak listrik (GGL) dan penurunan tegangan (IR) pada setiap loop tertutup (mesh) dalam rangkaian listrik sama dengan nol."
3. Voltage
& Current Divider
Prinsip
Kerja:
Pembagi
tegangan menggunakan resistansi untuk membagi tegangan sumber menjadi beberapa
bagian. Resistor dengan nilai resistansi lebih tinggi akan menerima bagian
tegangan yang lebih besar karena penurunan tegangan yang lebih signifikan
Pembagi
arus menggunakan resistansi untuk membagi arus sumber menjadi beberapa bagian.
Resistor dengan nilai resistansi lebih rendah akan menerima bagian arus yang
lebih besar karena hambatannya yang lebih kecil.
4. Teorema Mesh
Prinsip Kerja:Metode arus Mesh merupakan prosedur langsung untuk menentukan arus pada setiap resistor dengan menggunakan persamaan simultan. Langkah pertamanya adalah membuat loop tertutup (disebut juga mesh) pada rangkaian. Loop tersebut tidak harus memiliki sumber tegangan, tetapi setiap sumber tegangan yang ada harus dimasukkan ke dalam loop. Loop haruslah meliputi seluruh resistor dan sumber tegangan. Dengan arus Mesh, dapat ditulis persamaan Kirchoff’s Voltage Law untuk setiap loop.
5. Nodal
Prinsip
Kerja:Analisis node adalah metode untuk menganalisis rangkaian listrik dengan
menggunakan hukum arus Kirchhoff (KCL), yaitu jumlah arus yang masuk dan keluar
dari suatu titik percabangan sama dengan nol. Analisis node membutuhkan
penentuan simpul referensi (ground), yang merupakan titik acuan untuk mengukur
tegangan node di rangkaian. Tegangan node adalah perbedaan potensial antara
suatu simpul dengan simpul referensi.
Analisis
node menghasilkan persamaan tegangan node independen sebanyak n-1, di mana n
adalah jumlah simpul termasuk simpul referensi. Persamaan-persamaan ini dapat
diselesaikan dengan metode eliminasi, substitusi, atau matriks untuk
mendapatkan nilai tegangan node di setiap simpul.
6. Thevenin
Prinsip
Kerja:Teorema Thevenin merupakan salah satu metode penyelesaian rangkaian
listrik kompleks menjadi rangkaian sederhana yang terdiri atas tegangan
thevenin dan hambatan thevenin yang terhubung secara seri. Beberapa aturan
dalam menetapkan Vth dan Rth, yaitu:
1.Vth
adalah tegangan yang terlihat melintasi terminal beban. Dimana pada rangkaian
asli, beban resistansinya dilepas (open circuit). Jika dilakukan pengukuran,
maka diletakkan multimeter pada titik open circuit tersebut.
2.Rth
adalah resistansi yang terlihat dari terminal pada saat beban dilepas (open
circuit) dan sumber tegangan yang dihubung singkat (short circuit).
1. Hukum
Ohm
1. Hukum Ohm
Bandingkan
nilai resistansi terbaca dan perhitungan
Jawab:
nilai resistansi terbaca pada hukum ohm ini yaitu sebesar 560, 1k, 1k2. Sedangkan
pada perhitungan didapat 637,5Ω, 1024Ω, 1280Ω. Dari data diatas dapat
disimpullkan bahwa nilai yang didapat pada perhitungan tidak jauh beda dengan
nilai yang terbaca. Perbedaan nilai yang didapat terjadi karena beberapa faktor
seperti human error atau kelonggaran kabel.
2. Hukum Kirchoff
· Bandingkan nilai Itotal perhitungan dengan
Itotal pengukuran!
Jawab:
Didapat dari Itotal perhitungan sebesar 22,7 mA dan nilai Itotal pengukuran
sebesar 24Ma. Dapat dilihat dari kedua nilai tersebut perbedaannya tidak
terlalu jauh. Hal ini membuktikkan bahwa data yang didapat sudah cukup akurat.
· Bandingkan nilai Vtotal perhitungan dengan
Vtotal pengukuran!
Jawab:
Didapat dari nilai Vtotal perhitungan sebesar 3,98V dan nilai Vtotal pengukuran
sebesar 4,98V. Dari nilai diatas didapat perbedaan yang lumayan yaitu sebesar
1V. hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor seperti human error dan
faktor kelonggaran kabel jumper.
3. Voltage dan Current Divider
· Bandingkan nilai Itotal perhitungan dengan
Itotal pengukuran!
Jawab:
Didapat dari nilai Itotal perhitungan sebesar 1,5V dan nilai Itotal pengukuran
sebesar 1,5V. Dari nilai tersebuut disimpulkan bahwa data yang diambil sudah
tepat dan sesuai dengan rumus Current Divider.
· Bandingkan nilai Vtotal perhitungan dengan
Vtotal pengukuran!
Jawab: Didapat nilai Vtotal pengukuran 4,995V dan nilai Vtotal pengukuran 5V. Dan nilai diatas dapat disimpulkan bahwa data yang diambil sudah benar dan akurat sesuai dengan rumus Voltage Divider.
· Rangkaian Hukum Ohm (disini)
· Rangkaian Hukum Kirchoff (disini)
· Rangkaian Pembagi Arus dan Tegangan (disini)
· Rangkaian Mesh (disini)
· Rangkaian Thevenin (disini)
· Rangkaian Nodal (disini)
· Tugas Pendahuluan (disini)
· Laporan Akhir (disini)
Komentar
Posting Komentar