Laporan Akhir



1. Jurnal [Kembali]

  1. Hukum Ohm


R terbaca

V

I

R perhitungan

560

5,10 V8mA637,5 ohm

1000

5,12 V5 mA1024 ohm

1200

5,12 V4 mA1280 ohm

  1. Hukum Kirchoff

    1. Kirchoff 1


R terbaca

V

I 1,2,3

(perhitungan)

I total

I perhitungan

560

4,970,0088724 mA0,02279

680

4,970,007324 mA0,02279

750

4,970,0066224 mA0,02279

  1. Kirchoff 2


R terbaca

I

V 1,2,3

(perhitungan)

V total

V

560

2mA1,124,98V3,98V

680

2mA1,364,98V3,98V

750

2mA1,54,98V3,98V

  1. Voltage & Current Divider

    1. Voltage Divider


R terbaca

I

V 1,2,3

(perhitungan)

V total

V

1000

1,6A1,6654,995

1000

1,6A1,6654,995

1000

1,6A1,6654,995

  1. Current Divider


R terbaca

V

I 1,2,3

(perhitungan)

I total

I perhitungan

1000

4,980,51,51,5

1000

4,980,51,51,5

1000

4,980,51,51,5

2. Prinsip Kerja [Kembali]

1.     Hukum Ohm

Prinsip Kerja :Pada rangkaian terdapat sumber tegangan sebesar 5 V dan resistor sebesar 1K ohm maka dari hal tersebut didapatkan kuat arus sebesar 5mA .Sesuai dengan hukum besar nilai tegangan sebanding dengan nilai resistor dan berbanding terbalik dengan nilai arus dengan persama V=I*R

2.     Hukum Kirchoff

Prinsip kerja : 

Hukum I Kirchoff:

"Jumlah aljabar arus listrik yang masuk ke suatu titik simpul (node) dalam rangkaian listrik tertutup sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik simpul tersebut.".

Hukum II Kirchoff:

"Jumlah aljabar dari gaya gerak listrik (GGL) dan penurunan tegangan (IR) pada setiap loop tertutup (mesh) dalam rangkaian listrik sama dengan nol."

3.     Voltage & Current Divider

Prinsip Kerja:

Pembagi tegangan menggunakan resistansi untuk membagi tegangan sumber menjadi beberapa bagian. Resistor dengan nilai resistansi lebih tinggi akan menerima bagian tegangan yang lebih besar karena penurunan tegangan yang lebih signifikan

Pembagi arus menggunakan resistansi untuk membagi arus sumber menjadi beberapa bagian. Resistor dengan nilai resistansi lebih rendah akan menerima bagian arus yang lebih besar karena hambatannya yang lebih kecil.

4.     Teorema Mesh

Prinsip Kerja:Metode arus Mesh merupakan prosedur langsung untuk menentukan arus pada setiap resistor dengan menggunakan persamaan simultan. Langkah pertamanya adalah membuat loop tertutup (disebut juga mesh) pada rangkaian. Loop tersebut tidak harus memiliki sumber tegangan, tetapi setiap sumber tegangan yang ada harus dimasukkan ke dalam loop. Loop haruslah meliputi seluruh resistor dan sumber tegangan. Dengan arus Mesh, dapat ditulis persamaan Kirchoff’s Voltage Law untuk setiap loop.

5.     Nodal

Prinsip Kerja:Analisis node adalah metode untuk menganalisis rangkaian listrik dengan menggunakan hukum arus Kirchhoff (KCL), yaitu jumlah arus yang masuk dan keluar dari suatu titik percabangan sama dengan nol. Analisis node membutuhkan penentuan simpul referensi (ground), yang merupakan titik acuan untuk mengukur tegangan node di rangkaian. Tegangan node adalah perbedaan potensial antara suatu simpul dengan simpul referensi.

Analisis node menghasilkan persamaan tegangan node independen sebanyak n-1, di mana n adalah jumlah simpul termasuk simpul referensi. Persamaan-persamaan ini dapat diselesaikan dengan metode eliminasi, substitusi, atau matriks untuk mendapatkan nilai tegangan node di setiap simpul.

6.     Thevenin

Prinsip Kerja:Teorema Thevenin merupakan salah satu metode penyelesaian rangkaian listrik kompleks menjadi rangkaian sederhana yang terdiri atas tegangan thevenin dan hambatan thevenin yang terhubung secara seri. Beberapa aturan dalam menetapkan Vth dan Rth, yaitu:

1.Vth adalah tegangan yang terlihat melintasi terminal beban. Dimana pada rangkaian asli, beban resistansinya dilepas (open circuit). Jika dilakukan pengukuran, maka diletakkan multimeter pada titik open circuit tersebut.

2.Rth adalah resistansi yang terlihat dari terminal pada saat beban dilepas (open circuit) dan sumber tegangan yang dihubung singkat (short circuit). 

3. Video Percobaan [Kembali]

1.     Hukum Ohm


2. Voltage Divider


3. Video Laporan Akhir


4. Analisa[Kembali]

1.     Hukum Ohm

Bandingkan nilai resistansi terbaca dan perhitungan

Jawab: nilai resistansi terbaca pada hukum ohm ini yaitu sebesar 560, 1k, 1k2. Sedangkan pada perhitungan didapat 637,5Ω, 1024Ω, 1280Ω. Dari data diatas dapat disimpullkan bahwa nilai yang didapat pada perhitungan tidak jauh beda dengan nilai yang terbaca. Perbedaan nilai yang didapat terjadi karena beberapa faktor seperti human error atau kelonggaran kabel.

2.     Hukum Kirchoff

·       Bandingkan nilai Itotal perhitungan dengan Itotal pengukuran!

Jawab: Didapat dari Itotal perhitungan sebesar 22,7 mA dan nilai Itotal pengukuran sebesar 24Ma. Dapat dilihat dari kedua nilai tersebut perbedaannya tidak terlalu jauh. Hal ini membuktikkan bahwa data yang didapat sudah cukup akurat.

·       Bandingkan nilai Vtotal perhitungan dengan Vtotal pengukuran!

Jawab: Didapat dari nilai Vtotal perhitungan sebesar 3,98V dan nilai Vtotal pengukuran sebesar 4,98V. Dari nilai diatas didapat perbedaan yang lumayan yaitu sebesar 1V. hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor seperti human error dan faktor kelonggaran kabel jumper.

3.     Voltage dan Current Divider

·       Bandingkan nilai Itotal perhitungan dengan Itotal pengukuran!

Jawab: Didapat dari nilai Itotal perhitungan sebesar 1,5V dan nilai Itotal pengukuran sebesar 1,5V. Dari nilai tersebuut disimpulkan bahwa data yang diambil sudah tepat dan sesuai dengan rumus Current Divider.

·       Bandingkan nilai Vtotal perhitungan dengan Vtotal pengukuran!

Jawab: Didapat nilai Vtotal pengukuran 4,995V dan nilai Vtotal pengukuran 5V. Dan nilai diatas dapat disimpulkan bahwa data yang diambil sudah benar dan akurat sesuai dengan rumus Voltage Divider.

5. Download File[Kembali]

·       Rangkaian Hukum Ohm (disini)

·       Rangkaian Hukum Kirchoff (disini)

·       Rangkaian Pembagi Arus dan Tegangan (disini)

·       Rangkaian Mesh (disini)

·       Rangkaian Thevenin (disini)

·       Rangkaian Nodal (disini)

·       Tugas Pendahuluan (disini)

·       Laporan Akhir (disini)


Komentar

Postingan populer dari blog ini