Laporan Akhir Modul 2
1. Fixed Bias
|
Parameter |
Nilai Pengukuran |
|
Vrb |
1,444 V |
|
Vrc |
11,83 V |
|
Vb |
0,72 V |
|
Vc |
0,56 V |
|
Vbe |
0,70 V |
|
Vce |
0,51 V |
|
Ib |
1,14 mA |
|
Ic |
166,4 mA |
|
Gelombang Input |
Gelombang Output |
|
|
|
2.
Emitter Stabillized Bias
|
Parameter |
Nilai Pengukuran |
|
Vrb |
10,32 V |
|
Vrc |
10,94 V |
|
Vre |
1,417 V |
|
Vb |
2,069 V |
|
Vc |
1,447 V |
|
Ve |
1,419 V |
|
Vbe |
0,650 V |
|
Vce |
10,99 V |
|
Ib |
0,99 mA |
|
Ic |
19,68 mA |
|
Gelombang Input |
Gelombang Output |
|
|
|
3.
Self Bias
|
Parameter |
Nilai Pengukuran |
|
Vrc |
10,94 V |
|
Vrb |
10,32 V |
|
Vre |
1,417 V |
|
Vb |
2,069 V |
|
Vc |
1,447 V |
|
Ve |
1,419 V |
|
Vbe |
0,650 V |
|
Vce |
10,99 V |
|
Ib |
0,99 mA |
|
Ic |
19,68 mA |
|
Gelombang Input |
Gelombang Output |
|
|
|
4.
Voltage Divider Bias
|
Parameter |
Nilai Pengukuran |
|
VR1 & VR2 |
0,826 V |
|
Vrc |
10,82 V |
|
Vre |
1,467 V |
|
Vb |
2,141 V |
|
Vc |
1,492 V |
|
Ve |
1,476 V |
|
Vbe |
0,666 V |
|
Vce |
0,159 V |
|
Ib |
2,23 mA |
|
Ic |
19,71 mA |
5. Power IC dengan Regulator
IC | Vin | Kapasitor | Resistor | Vout | |
Ca | Cb | ||||
7805 | 7 V | 0,1 uF | 1uF | 33 ohm | 6,24 V |
7809 | 11 V | 0,1 uF | 1uF | 33 ohm | 11,2 V |
7812 | 12 V | 0,1 uF | 1uF | 33 ohm | 12,07 V |
1.
Fixed Bias
Prinsip Kerja:
Pada rangkaian transistor fixed bias, VCC yang digunakan adalah 12V dimana arusnya akan mengalir ke R1 (VRB) lalu menuju ke kaki base transistor, tegangan yang diperoleh di transistor akan didapatkan diatas 0,6 v sehingga transistor aktif, lalu arus akan mengalir ke kaki emitor dan berakhir di ground. Dan karena transistor aktif maka arus VCC akan mengalir juga ke R2 (VRC) lalu menuju kaki kolektor transistor lalu mengalir ke kaki emitor dan berakhir di ground.
2. Emitter Stabillized Bias
Prinsip Kerja :
Rangkaian yang ditunjukkan adalah Comparator Amplifier menggunakan op-amp 741 yang berfungsi membandingkan tegangan input (Vin) dengan tegangan referensi (Vref). Pada rangkaian ini, Vin diberikan ke terminal inverting (-) melalui resistor R1, sedangkan Vref diberikan langsung ke terminal non-inverting (+). Op-amp bekerja sebagai pembanding, di mana output akan berada pada kondisi tegangan maksimum positif atau negatif tergantung pada perbandingan antara Vin dan Vref. Jika Vin lebih besar daripada Vref, maka output akan menjadi negatif maksimal (atau rendah), sedangkan jika Vin lebih kecil dari Vref, output akan menjadi positif maksimal (atau tinggi). Rangkaian ini sering digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan deteksi batas tegangan, seperti rangkaian pendeteksi level atau pengubah sinyal analog menjadi digital sederhana.
3. Self Bias
Prinsip Kerja :
Pada rangkaian transistor Self Bias, Tegangan VCC nya adalah 12V dimana arusnya akan mengalir ke R1 (VRB) lalu menuju ke kaki base transistor dan akan didapatkan VBE diatas 0,6 V dan transistor aktif. Lalu arus akan mengalir ke kaki emitor, lalu ke R3 (VRE) dan berakhir di ground. Dan karena transistor aktif maka arus VCC juga akan mengalir ke R2 (VRC) lalu menuju ke kaki kolektor, lalu ke kaki emitor, lalu ke R3 (VRE) dan berakhir di ground.
4. Voltage Divider Bias
Prinsip Kerja :
Pada rangkaian transistor Voltage Divider, Tegangan VCC nya adalah 12V dimana arusnya akan mengalir ke R1 (VRB) lalu terbagi menjadi dua arah yaitu menuju ke kaki base transistor dan R3 dimana arus yang menuju ke kaki base akan mengalir ke kaki emitor dan mengalir ke R4 (VRE) dan akan berakhir di ground sedangkan arus yang mengalir ke R3 akan mengalir ke ground. Dan akan didapatkan VBE diatas 0,6 V dan transistor aktif, karena transistor aktif maka arus VCC juga akan mengalir ke R2 (VRC) lalu menuju ke kaki kolektor, lalu ke kaki emitor, lalu ke R4 (VRE) dan berakhir di ground.
5. Regulator Power Supply
IC Regulator 7809
IC Regulator 7812
Rangkaian Simulasi
Prinsip Kerja :
Tegangan input yang digunakan adalah 5V atau 12 V dimana arus nya akan masuk ke kaki N (Input) IC Regulator dan akan keluar dari kaki N (output) IC Regulator dan menuju resistor dan berakhir di ground. Tegangan keluaran yang akan didapatkan sesuai dengan jenis IC Regulatornya misalnya IC Regulator 7805 maka tegangan keluarannya adalah 5V dan IC Regulator 7809 adalah 9V dan 7812 adalah 12V. ini berlaku untuk variasi tegangan inputnya lebih besar dari spesifikasinya. Jika tegangan inputnya kecil dari spesifikasinya maka tegangan keluarannya dibawah spesifikasinya.
- Analisa
prinsip kerja dari rangkaian self bias berdasarkan nilai parameter
yang didapatkan ketika percobaan.
Jawab:
Dari data percobaan, tengangan VBE
sebesar 0,650 V menunjukkan bias maju yang diperlukan untuk mengoperasikan transistor
dalam mode aktif. IB dan IC hampir sama dengan penguatan arus menunjukkan penguatan
yang stabil namun rendah. Rangkaian ini bekerja sesuai dengan prinsip self
bias, memberikan stabilitas yang lain.
- Analisa
prinsip kerja dari rangkaian voltage divider bias berdasarkan nilai
parameter yang didapatkan ketika percobaan.
Jawab:
Pada rangkaian voltage divider bias, resistor R1 dan R2
digunakan sebagai pembagi tegangan yang menetapkan tegangan tetap pada kaki
basis dan transistor. Tegangan pada kaki basis digunakan untuk mengendalikan
tegangan VBE yang penting untuk mengendalikan arus IB dan IC.
- Analisa
pengaruh variasi kapasitor dan resistor terhadap output pada rangkaian Power
Supply dengan IC Regulator.
Jawab:
Variasi kapasitor dan esistor berpengaruh pada output rangkaian power supply dimana kapasitor memiliki peran untuk menyaring fluktuasi dan noise agar tegangan input stabil. Kapasitor daya berperan untuk mencegah osilasi pada regulator serta menyaring niose agar tegangan output stabil. Resistor memiliki peran untuk mengubah tegangan output agar nilai tegangan output sesuai dengan keinginan. Resistor dengan toleransi tinggi dapat menyebabkan tegangan output yang kurang presisi.
Tugas Pendahuluan klik disini
Datasheet Resistor klik disini
Datasheet Voltmeter klik disini
Datasheet Osiloskop klik disini
Datasheet Kapasitor klik disini
Laporan Akhir klik disini
Komentar
Posting Komentar